Powered By Blogger

Friday, 10 July 2015

JENIS TINTA SABLON

Tinta sablon banyak macam jenisnya. Masing-masing punya karakter dan aplikasi penggunaan yang  beda. di setiap tinta sablon dibuat untuk dapat disablonkan ke satu atau beberapa jenis bahan tertentu.
Berikut ini adalah beberapa jenis tinta yang tersebar di pasaran dan cara penggunaannya:
                                            
          Tinta waterbase / Basis Air

1.Tinta Rubber (GL) :
digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. dengan ke unggulan seperti karet yang bisa melar bila ditarik. Tinta rubber banyak tersedia dalam berbagai macam kualitas.

2.Tinta Extender :
 digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. ke unggulan bening, sehingga tidak bisa digunakan di bahan kain yang berwarna gelap. Jenis tinta ini bisa menyerap ke pori – pori kain.

3.Tinta Foaming :
digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. keunggulan tinta ini yang bisa mengembang bila terkena press panas. Digunakan untuk menghasilkan efek timbul / foaming pada sablonan

4.Tinta Glow in the Dark :
tinta dengan efek cahaya saat di tempat gelap. namun efeknya dalam waktu terbatas.Tinta jenis ini hanya dapat menghasilkan efek yang baik diatas warna terang, sehingga bila disablonkan di atas kain berwarna gelap, maka perlu dilakukan underbase ( dasaran ) berwarna terang terlebih dahulu.
                                          
    Tinta Basis Minyak / Solvent Base

1.Tinta Plastisol :
Tinta jenis ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan tinta jenis waterbase untuk textile lainnya, diantaranya ; tidak mudah kering di screen, daya tutup yang sangat baik, bisa dibuat tebal sekali sehingga menghasilkan efek timbul yang sangat jelas, Sayangnya, tinta plastisol ini memerlukan peralatan yang cukup mahal untuk proses pengeringannya, seperti ; mesin conveyor curing dan flash curing yang berharga jutaan hingga puluhan juta untuk memilikinya. Tinta plastisol sendiri juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis, seperti ; all purpose Ink, High Opacity, High Density Plastisol, Cork Base, Natural Suade, dsb. Salah satu kelemahan dari tinta plastisol ini adalah hasil sablonannya tidak bisa di setrika atau di dry clean karena bisa membuatnya rusak / meleleh.

2.Tinta PVC :
untuk menyablon diatas bahan; kertas, mika, PVC, acrilyc, kulit sintetis, kayu dan sebagainya. Menggunakan cairan pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta PVC mudah untuk digunakan karena tidak cepat kering di screen.

3.Tinta Polymate :
untuk menyablon diatas bahan; plastik PP, PE, atau HDPE ( Kresek ). Menggunakan cairan pencampur M 4 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta polymate perlu diproses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyablon, karena tinta yang baru dibeli biasanya sangat cepat mengering di atas screen. Sebelum digunakan, tinta polymate dicampur dengan M 4 secukupnya dengan keadaan tutup kaleng terbuka selama (24 jam ), sesekali aduk kembali dan tambahkan M 4. Setelah tinta agak mengental, maka bisa segera digunakan menyablon ( tidak cepat kering di screen ).

4.Tinta Nylon :
untuk menyablon diatas bahan nylon atau kain polyester ( bahan tas ). Menggunakan cairan pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta nylon mudah untuk digunakan, dan terkadang memerlukan campuran catalyst ( penguat ) untuk bahan nylon tertentu.

5.Tinta Heavy Duty / Industrial :
ada banyak jenis tinta dalam kategori ini yang disesuaikan dengan kebutuhan dan media yang akan di sablon seperti ; tinta untuk metal, kaca, keramik, hard plastik, coated metal, PS, ABS dan sebagainya.

Tinta-tinta sablon yang disebutkan diatas  hanya mewakili beberapa saja dari jenis tinta sablon yang ada di pasaran.
mungkin cukup info dari saya tentang jenis tinta SCREEN PRINTING (SABLON)
dan terimakasih :D
Untuk buat kaos sablonan klik disini

No comments:

Post a Comment